TUGAS TERSTRUKTUR
1.Jelaskan mengapa suatu sikloheksana terdisubstitusi-cis-1,3 lebih stabil
dari pada struktur-trans-padanan nya.
Jawab : Karena kedua subtituenya dapat berposisi ekuatorial. Molekul
sikloheksana dapat bersifat cis
ataupun trans, bila
terdisubstitusi oleh dua gugus molekul atau atom. Bentuk cis dan trans pada
sikloheksana adalah isomer geometris dan pada suhu kamar tak dapat
saling-diubah satu menjadi lainnya, dan masing-masing isomer dapat memiliki
aneka ragam konformasi. Sebagai contoh senyawa cis-1,2-dimetilsikloheksana dan
trans-1,2-dimetilsikloheksana.
Contoh
lainnya :
Cis-1,3-dimetilsikloheksana.
Trans-1,3-dimetilsikloheksana.
2.
Tuliskan
proyeksi Fischer untuk semua konfigurasi yang mungkin dari 2,3,4-pentanatriol.
Tunjukan pasangan-pasangan enantiomernya?
Jawab:
2,3,4-pentanatriol
:
STEREOKIMIA
II
KONFIGURASI MUTLAK DAN RELATIF
1.
Ketentuan Fischer
(Konfigurasi Relatif)
Dengan mengunakan Proyeksi Fischer, sistem penggambaran konfigurasi gugus disekitar pusat kiral yang berbeda (susunan ruang atom atau gugus yang menempel pada karbon kiral), yaitu konvensi D dan L. Metode ini banyak digunakan dalam biokimia dan kimia organik terutama untuk karbohidrat dan asam amino.
Gliseraldehida ditetapkan sebagai senyawa standar untuk menentukan konfigurasi semua karbohidrat. Proyeksi Fischer terhadap gliseraldehida dengan rantai karbon digambarkan secara vertikal, dengan karbon yang paling teroksidasi (aldehid) berada pada bagian paling atas, dengan gambar struktur sebagai berikut :
Dengan mengunakan Proyeksi Fischer, sistem penggambaran konfigurasi gugus disekitar pusat kiral yang berbeda (susunan ruang atom atau gugus yang menempel pada karbon kiral), yaitu konvensi D dan L. Metode ini banyak digunakan dalam biokimia dan kimia organik terutama untuk karbohidrat dan asam amino.
Gliseraldehida ditetapkan sebagai senyawa standar untuk menentukan konfigurasi semua karbohidrat. Proyeksi Fischer terhadap gliseraldehida dengan rantai karbon digambarkan secara vertikal, dengan karbon yang paling teroksidasi (aldehid) berada pada bagian paling atas, dengan gambar struktur sebagai berikut :
Gugus OH pada pusat kiral
digambarkan pada sisi sebelah kanan untuk isomer D dan sisi sebelah kiri untuk
isomer L. Ini berarti setiap gula yang memiliki stereokimia yang sama dengan
D-gliseraldehida termasuk gula seri D (misalnya D-glukosa), sedangkan gula yang
memiliki stereokimia yang sama dengan L-gliseraldehida termasuk gula seri L. Di
mana penentuan D atau L berdasarkan pada asimetris pada atom karbon molekul
yang kedua dari belakang, yang merupakan C5 pada gambar sebagai berikut :
Situasi ini analog untuk asam amino, jika
proyeksi Fischer digambarkan (rantai karbon vertikal dengan atom karbon yang
paling teroksidasi berada paling atas), maka semua asam amino “alami” yang
ditemukan dalam protein manusia, diketahui memiliki gugus NH3+ pada posisi
sebelah kiri proyeksi Fischer, yang sama dengan L-gliseraldehida, sehingga
asam-asam amino ini dikenal sebagai asam amino seri L. Hal ini sangat
menguntungkan dan bermanfaat dibidang kesehatan, khususnya bidang Farmasi dalam
hal rancangan obat dengan uji toksisitas selektif, di mana diketahui asam amino
pada mikroorganisme memiliki konfigurasi yang berlawanan yaitu seri D, sebagai
contoh Penisillin yang menghambat enzim transpeptidase dalam sintesis dinding
sel mikroba, hal ini berhubungan dengan dipeptida D-alanin-D-alanin dari
dinding sel mikroba yang mirip dengan struktur penisillin. Sehingga penisilin
tidak toksik terhadap manusia yang memiliki L-alanin dalam protein tubuh.
2. Ketentuan Cahn-Ingold-Prelog (Konfigurasi
Absolut)
Sistem yang paling sukses untuk menunjukkan
konfigurasi senyawa-senyawa umum adalah konvensi Cahn-Ingold-Prelog. System ini
menggunakan huruf R atau S untuk setiap pusat kiral dalam molekul dan merupakan
pilihan untuk menentukan konfigurasi pusat kiral molekul obat.
Penentuan setiap gugus yang melekat pada pusat
kiral berdasarkan nomor atom yang bersangkutan. Nomor atom yang lebih berat
memiliki prioritas yang lebih utama, sehingga atom hidrogen (H) pada urutan
paling akhir. Jika keseluruhan prioritas disekitar kiral pusat telah
ditentukan. jika urutan prioritas gugus tersusun menurut arah jarum jam
disekitar pusat kiral, karbon kiral menerima konfigurasi R (Rectus) dan jika
sebaliknya sebagai konfigurasi S (Sinister). Cara penentuan konfigusai R atau S
sebagai berikut (Sardjono R.E.,Modul 2) :
1. Urutkan prioritas keempat atom yang terikat pada pusat kiral
berdasarkan nomor atomnya. Diketahui nomor atom Br = 35, Cl = 17, F = 9, H = 1,
maka urutan prioritas keempat atom di atas adalah Br > Cl > F > H.
2. Gambarkan proyeksi molekul sedemikian rupa hingga atom dengan
prioritas terendah ada di belakang atau putar struktur (1) dan (2) sehingga
atom H ada di belakang.
3. Gambarkan proyeksi molekul sedemikian rupa hingga atom dengan
prioritas terendah ada di belakang atau putar struktur (1) dan (2) sehingga
atom H ada di belakang.
PEMISAHAN CAMPURAN RASEMIK
Campuran rasemik artinya suatu campuran yang
mengandung sepasang enantiomer dalam jumlah yang sama. Sepasang enentiomer itu
adalah enantiomer R dan enentiomer S.
Sebagian masyarakat mungkin kurang memperhatikan sifat optis suatu senyawa organik, padahal reaksi kimia dalam sistem biologis makhluk hidup sangat stereospesifik. Artinya suatu stereoisomer akan menjalani reaksi yang berbeda dengan stereoisomer pasangannya dalam sistem biologis makhluk hidup. Bahkan terkadang suatu stereoisomer akan menghasilkan produk yang berbeda dengan stereoisomer pasangannya dalam sistem biologis makhluk hidup.
Sebagian masyarakat mungkin kurang memperhatikan sifat optis suatu senyawa organik, padahal reaksi kimia dalam sistem biologis makhluk hidup sangat stereospesifik. Artinya suatu stereoisomer akan menjalani reaksi yang berbeda dengan stereoisomer pasangannya dalam sistem biologis makhluk hidup. Bahkan terkadang suatu stereoisomer akan menghasilkan produk yang berbeda dengan stereoisomer pasangannya dalam sistem biologis makhluk hidup.
Dalam kebanyakan reaksi di laboratorium,
seorang ahli kimia menggunakan bahan baku akiral ataupun rasemik dan memperoleh
produk akiral dan rasemik. Oleh karena itu sering kiralitas (atau tiadanya
kiralitas) pereaksi dan produk diabaikan dalam bab-bab berikutnya.
Berlawanan dengan reaksi kimia di laboratorium,
kebanyakan reaksi biologis mulai dengan pereaksi kiral atau akiral dan
menghasilkan produk-produk kiral. Reaksi biologis ini dimungkinkan oleh katalis
biologis yanh disebut enzim, yang bersifat kiral. Ingat bahwa sepasang
enantiomer mempunyai sifat-sifat kimia yang sama kecuali dalam hal antraksi
dengan zat-zat kiral lain. Karena enzim bersifat kiral, maka enzim dapat sangat
selektif dalam keguatan katalitiknya. Misalnya, bila suatu organisme mencerna
suatu campuran alanina rasemik maka hanya (S)-alanina ang tergabung ke dalam
bangunan protein. (R)-alanina tidak digunakan dalam protein, malahan alanina
oni dengan bantuan enzim lain dioksidasi menjadi suatu asam keto serta memasuki
bagan metabolisme lain.
Dalam laboratorium pemisahan fisis suatu
campuran rasemik menjadi enantiomer-enantiomer murni disebut resolusi (atau
resolving) campuran rasemik itu. Pemisahan natrium amonium tartarat rasemik
oleh Pasteur adalah suatu resolusi campuran tersebut. Enantiomer-enantiomer
yang mengkristal secara terpisah merupakan gejala yang sangat jarang, jadi cara
Pasteur tidak dapat dianggap sebagai suatu teknik yang umum. Karena sepasang
enantiomer itu menunjukkan sifat-sifat fisika dan kimia yang sama, maka tidak
dapat dipisahkan dengan cara kimia atau fisika biasa. Sebagai gantinya, ahli kimia
terpaksa mengandalkan reagensia kiral atau katalis kiral (yang hampir selalu
berasal dari dalam organisme hidup).
Suatu cara untuk memisahkan campuran rasemik
atau sekurangnya mengisolasi enantiomer murni adalah mengolah campuran itu
dengan suatu mikroorganisme yang hanya akan mencerna salah satu dari enantiomer
itu. Misalnya (R)- nikotina murni dapat diperoleh dari (R)(S)- nikotina dengan
menginkubasi campuram rasemik itu dengan bakteri Pseudomonas Putida yang
mengoksidasi (S)- nikotina tetapi tidak (R)-enantiomer.
Beberapa obat yang beredar dalam
bentuk campuran rasemik Contohnya adalah ::
1. Obat Thalidomide
1. Obat Thalidomide
Obat ini memiliki dua enantiomer, di
mana enantiomer yang berguna sebagai obat penenang adalah (R)-Thalidomide.
Tetapi ibu hamil yang mengonsumsi enantiomernya yaitu (S)-Thalidomide justru
mengalami masalah dengan pertumbuhan anggota tubuh janinnya. Sedikitnya terjadi
2000 kasus kelahiran bayi cacat pada tahun 1960-an. Hal ini merupakan tragedi
besar yang tidak dapat dilupakan dalam sejarah obat-obat kiral.
2. Nikotin
(-)Nikotin dilaporkan lebih beracun
dan berbahaya dibandingkan dengan (+)Nikotin. Tanda “+” menyatakan arah rotasi
polarimeter sesuai arah jarum jam, sedangkan tanda “-” menyatakan arah rotasi
polarimeter berlawanan arah jarum jam.
3. Tiroksin
Tiroksin adalah hormon yang
dihasilkan kelenjar tiroid. (-) Tiroksin meregulasi metabolisme tubuh,
sedangkan (+) Tiroksin tidak menghasilkan efek regulasi apa pun.
4. Epinefrin
Epinefrin rasemik merupakan campuran
1:1 d-isomer dan l-isomer epinefrin. Mekanisme aksi epinefrin adalah pada
reseptor a adrenergik; terbukti menyebabkan vasokonstriksi dan mengurangi udem.
Pengurangan udem mukosa larings akan meningkatkan diameter jalan nafas sehingga
stridor inspirasi dan retraksi akan berkurang.
5. Tramadol
Tramadol HCl adalah analgesik kuat
yang bekerja pada reseptor opiat. Tramadol mengikat secara stereospesifik pada
reseptor di sistem saraf pusat sehingga menghentikan sensasi nyeri dan respon
terhadap nyeri.