Sabtu, 24 September 2016

ISOMER STRUKTUR SENYAWA HIDROKARBON DAN SISTIM NOMENKLATUR



ISOMER STRUKTUR SENYAWA HIDROKARBON DAN SISTIM NOMENKLATUR
A. SISTIM NOMENKLATUR
Sistem yang saat ini digunakan diperkenalkan oleh Berzelius. Dalam sistem tipografi tersebut, simbol kimia yang digunakan adalah singkatan dari nama Latin (karena waktu itu Bahasa Latin merupakan bahasa sains); misalnya Fe adalah simbol untuk unsur ferrum (besi), Cu adalah simbol untuk unsur Cuprum (tembaga), Hg adalah simbol untuk unsur hydrargyrum (raksa), dan sebagainya.Simbol kimia digunakan secara internasional, meski nama-nama unsur diterjemahkan antarbahasa. Huruf pertama simbol kimia ditulis dalam huruf kapital, sedangkan huruf selanjutnya (jika ada) ditulis dalam huruf kecil. Nama resmi dari unsur kimia ditentukan oleh organisasi IUPAC. Menurut IUPAC, nama unsur tidak diawali dengan huruf kapital, kecuali berada di awal kalimat. Dalam paruh akhir abad ke-20, banyak laboratorium mampu menciptakan unsur baru yang memiliki tingkat peluruhan cukup tinggi untuk dijual atau disimpan. Nama-nama unsur baru ini ditetapkan pula oleh IUPAC, dan umumnya mengadopsi nama yang dipilih oleh penemu unsur tersebut. Hal ini dapat menimbulkan kontroversi grup riset mana yang asli menemukan unsur tersebut, dan penundaan penamaan unsur dalam waktu yang lama (lihat kontroversi penamaan unsur).Nomenklatur kimia juga mengacu pada sistem penamaan senyawa kimia. yang telah menciptakan sistem penamaan spesies kimia secara baik. Senyawa organik diberi nama menurut sistem tatanama organik.
Tatanama organik atau lengkapnya tatanama IUPAC untuk kimia organik adalah suatu cara sistematik untuk memberi nama senyawa organik yang direkomendasikan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC). Idealnya, setiap senyawa organik harus memiliki nama yang dari sana dapat digambarkan suatu formula struktural dengan jelas.
Untuk komunikasi umum dan menghindari deskripsi yang panjang, rekomendasi penamaan resmi IUPAC tidak selalu diikuti dalam praktiknya kecuali jika diperlukan untuk memberikan definisi ringkas terhadap suatu senyawa atau jika nama IUPAC lebih sederhana (bandingkan etanol dengan etil alkohol). Jika tidak, maka nama umum atau nama trivial yang biasanya diturunkan dari sumber senyawa tersebutlah yang digunakan.

Nomenklatur beberapa Gugus Fungsional
Golongan
Suffix
awalan
asam anhidrida
-anoic anhydride

asam klorida
-anoyl chloride

Asam karboksilat
-anoic acid
carboxy-
nitril
-anenitrile
cyano-
ester
-anoate
carboxyalkyl-
amida
-anamide
amido-
aldehida
-anal
okso-
Keton
-anone
okso-
Alkohol
-anol
hidroksi-
eter
dialkyl ether
alkoksi-
amina
-anamine
amino-

B. ISOMER STRUKTURAL
Isomer struktural (structural isomers) atau dikenal sebagai isomer konstitusional, adalah sebutan untuk jenis isomer yang berbeda dalam struktur dasar atau jenis ikatan-ligan yang tekait pada logam pusat dan melalui atom. Beberapa jenis isomerisme struktural (isomerisme ionisasi, isomerisme koordinasi, dan isomerisme tautan). Isomeri struktur adalah isomeri dengan perbedaan terletak pada urutan penggabungan atom-atom yang menyusun molekul, sedangkan stereoisomeri adalah isomeri dengan perbedaan terletak pada cara penataan atom-atom dalam ruang, tetapi urutan penggabungan atom-atomnya tidak berbeda. Sebagai contoh 1-butanol dan 2-butanol adalah isomer struktur, karena urutan penggabungan atom oksigen dari gugus hidroksil (gugus OH) pada rangka karbonnya berbeda. Akan tetapi, R-2-butanol dan S-2-butanol adalah dua senyawa yang berstereoisomeri, keduanya mempunyai urutan penggabungan atom-atom yang sama, tetapi penataan ruang atom-atom pada atom karbon nomor 2 tidak sama, yang menyebabkan R-2-butanol dan S-2-butanol mempunyai sifat berbeda, yaitu memutar bidang cahaya terpolarisasi pada polarimeter ke arah yang berbeda. Terdapat tiga jenis isomeri struktur, yaitu isomeri rangka, fungsional dan posisi. Isomeri rangka adalah gejala terdapatnya beberapa senyawa yang berumus molekul sama, tetapi mempunyai rangka karbon berbeda. Contoh isomeri rangka adalah pentana, 2-metilbutana, dan 2,2-dimetilpropana. Isomeri fungsional adalah gejala terdapatnya beberapa senyawa dengan rumus molekul sama, tetapi mempunyai jenis gugus fungsional yang berbeda. Sebagai contoh adalah senyawa etanol, CH3-CH2-OH dan senyawa dimetil eter, CH3-O-CH3. Etanol dan dimetil eter mempunyai rumus molekul sama yaitu C2H6O, tetapi mempunyai jenis gugus fungsional berbeda, etanol merupakan senyawa kelompok alkohol, sedangkan dimetil eter termasuk senyawa kelompok eter. isomeri posisi, karena merupakan peristiwa terdapatnya beberapa senyawa berumus molekul sama, tetapi berbeda pada posisi gugus fungsionalnya.
Contoh isomeri posisi lainnya adalah 1-heksanol, 2-heksanol, dan 3- heksanol. Ketiganya merupakan senyawa berbeda dengan rumus molekul sama, dan perbedaan ketiganya terletak pada posisi gugus fungsionalnya.
ISOMERI
Isomeri Struktur:
isomeri dengan perbedaan terletak pada urutan penggabungan atom-atom penyusun molekul
Isomeri Rangka :
isomeri struktur dengan perbedaan terletak pada bentuk rangka karbon
Isomeri Posisi:
isomeri struktur dengan perbedaan terletak pada posisi gugus fungsional
Isomeri Fungsional:
isomeri struktur dengan perbedaan terletak pada jenis gugus fungsional
Stereoisomeri:
Isomeri dengan perbedaan terletak pada cara penataan atom-atom dalam ruang (urutan penyambungan atom sama)
Isomeri Geometri: stereoisomeri dengan perbedaan terletak pada susunan gugus –gugus yang terikat pada ikatan ganda pada alkena atau senyawa siklis
Isomeri Konfigurasi: stereoisomeri dengan perbedaan terletak pada konfigurasi gugus di atom karbon kiral
C. ISOMER PADA ALKANA
Alkana adalah senyawa yang terdapat pada sebagian kecil dari atmosfer beberapa planet seperti Yupiter (0.1% metana, 0.0002% etana), Saturnus (0.2% metana, 0.0005% etana), Uranus (1.99% metana, 0.00025% etana) dan Neptunus (1.5% metana, 1.5 ppm etana). Titan (1.6% metana), salah satu satelit dari Saturnus, telah diteliti oleh Huygens bahwa atmosfer Titan menurunkan hujan metana secara periodik ke permukaan bulan itu. Sumber alkana yang paling penting adalah pada gas alam dan minyak bumi.[4] Gas alam mengandung metana dan etana, dengan sedikit propana dan butana, sedangkan minyak bumi adalah campuran dari alkana cair dan hidrokarbon lainnya. Hidrokarbon ini terbentuk dari jasad renik dan tanaman (zooplankton dan fitoplankton) yang mati, kemudian terkubur di lautan, tertutup oleh sedimentasi, dan berubah setelah terkena panas dan tekanan tinggi selama jutaan tahun.
Berikut tata nama alkana :
Isomer adalah peristiwa di mana suatu senyawa karbon mempunyai  rumus molekul sama tetapi struktur berbeda.
Contoh :
Senyawa dengan rumus molekul C4H10 mempunyai dua struktur yang berbeda, yaitu:


Secara umum, alkana adalah senyawa yang reaktivitasnya rendah, karena ikatan C antar atomnya relatif stabil dan tidak mudah dipisahkan. Tidak seperti kebanyakan senyawa organik lainnya, senyawa ini tidak memiliki gugus fungsional.
Senyawa alkana bereaksi sangat lemah dengan senyawa polar atau senyawa ion lainnya. Konstanta disosiasi asam (pKa) dari semua alkana nilainya diatas 60, yang berarti sulit untuk bereaksi dengan asam maupun basa (lihat karbanion). Pada minyak bumi, molekul-molekul alkana yang terkandung di dalamnya tidak mengalami perubahan sifat sama sekali selama jutaan tahun.


Tugas tambahan :
Apa yang menyebabkan sudut ikatan pada H-C-H lebih pendek dibandingkan sudut ikatan H-C-C ?
Panjang ikatan
Panjang ikatan adalah jarak antara duah buah atom yang saling berikatan atau jarak rata-rata antar dua buah inti yang berikatan kovalen
C-C à lebih panjang ikatannya dibandingkan dengan C=C karena interaksi antara ikatan phi didalamnya sehingga menyebabkan pemendekan (lebih kecil panjang ikatannya).
ikatan H-C-C memiliki sudut ikatan yang lebih besar dibandingkan dengan ikatan H-C-H karena bentuk molekul H-C-C adalah pola linier dimana atom-atomnya  tertata pada suatu garis lurus. Sudut yang dibentuk oleh dua ikatan ke arah atom pusat akan saling membentuk sudut 180o. sudut itu disebut sudut ikatan.
Sedangkan ikatan H-C-H memiliki bentuk  molekul pola Segitiga Planar dimana atom-atom dalam molekulnya berbentuk segitiga tertata dalam bidang datar,tiga atom akan berada pada titik sudut segitiga sama sisi dan dipusat segitiga terdapat atom pusat. Sudut ikatan antara atom yang mengelilingi atom pusat membentuk sudut 1200.