TINJAUAN ULANG TENTANG ATOM DAN
MOLEKUL DALAM KIMIA ORGANIK
“Atom” kata ini berasal
dari bahasa yunani atomos yang berarti tidak dapat dipotong. Sesuai pengertian
tersebut,Atom-atom adalah partikel penyusun semua benda yang berukuran sangat
kecil. Di dalam atom juga terdapat sub-atom, yaitu partikel penyusun atom yang
ukurannya lebih kecil. Sulit bagi kita untuk membayangkan seberapa kecil atom
ini, satu titik yang ada di akhir kalimat ini saja memiliki panjang sekitar 20
juta atom. Setiap atom memiliki inti, yang terdiri dari proton dan neutron,
serta elektron yang bergerak cepat di sekitar inti. Elektron-elektron
ini terdapat pada tingkatan energi yang berbeda-beda, yang disebut kulit, tiap
kulit memiliki jumlah batas untuk elektron, apabila elektron di kulit pertama
sudah memenuhi batas, maka elektron akan memenuhi kulit kedua dan seterusnya.

Molekul adalah kumpulan
dua atom atau bahkan lebih yang ada didalam suatu susunan tertentu yang terikat
oleh gaya kimia atau ikatan kimia. Molekul terbentuk dari adanya dua atom atau
bahkan lebih yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya dan
juga memiliki unsure- unsure yang sama, missal O2 yang ada pada sebuah oksigen
atau pada atom yang mempunyai unsure yang berbeda yang sering disebut dengan
sebutan molkul senyawa.

1.
Struktur Elektron dari Atom:
Struktur Elektron dari
Atom
Orbital Atom adalah daerah tertentu dalam ruang pada kulit
elektron yang mengelilingi inti . Setiap orbital mempunyai bentuk , ukuran dan
arah orientasi yang ditentukan oleh bilangan kuantum n, l, dan m.
orbital-orbital tersebut bergabung membentuk subkulit dan subkulit bergabung
membentuk kulit atau tingkat energi .
Untuk atom atau molekul
dengan lebih dari satu elektron, pergerakan elektron saling berhubungan.
Konfigurasi elektron dengan angka yang sangat besar diperlukan untuk
menjelaskan semua sistem multielektron, dan tidak ada energi yang dapat
dikaitkan dengan satu konfigurasi. Namun, fungsi gelombang elektron biasanya
didominasi oleh konfigurasi dalam jumlah yang sangat kecil dan gagasan
konfigurasi elektron menjadi sangat esensial untuk sistem multielektron.
2.
Jari-jari atom dan keelektronegatifan
Jari – Jari Atom:
Adalah jarak dari pusat
inti ke elektron paling luar . Dalam suatu golongan dari atas ke bawah
jari-jari atom makin besar , karena jumlah kulit makin banyak . Dalam suatu
periode dari kiri ke kanan jari-jari atom makin kecil , karena muatan inti dan
jumlah elektron bertambah , sehingga makin kuat gaya tarik inti terhadap
elektron terluar . Misalkan : B Be Jari – Jari Atom Li N O F C Jari – Jari Atom
Menurun Pada suatu periode unsur : Li, Be, B, C, N, O, F Jari-jari atom menurun
Keelektronegatifan:
Adalah ukuran kemampuan
atom untuk menarik elektron luarnya , atau elektron valensi . Dalam satu golongan
dari atas ke bawah keelektronegatifan makin kecil , karena jari atom makin
besar . Dalam satu periode dari kiri ke kanan keelektronegatifan makin besar
karena jari-jari atom makin kecil . Misalkan : N O Keelektronegatifan F B Be Li
C Pada suatu periode unsur : Li, Be, B, C, N, O, F Jari-jari atom bertambah
Keelektronegatifan bertambah.
3.
Panjang dan Sudut Ikatan:
Panjang dan Sudut Ikatan Jarak yang
memisahkan inti dari dua atom yang terikat kovalen , panjang ikatan
kovalen,yang dapat ditentukan secara ekperimental , mempunyai selang harga dari
0,74 A sampai 2A Bila ada lebih dari dua atom dalam molekul , ikatan membentuk
sudut. Sudut ikatan bervariasi dari kira-kira 60 derajat sampai 80 derajat.
4.
Energi Disosiasi Ikatan:
Energi Disosiasi Ikatan Heterolitik
Hemolitik Energi Disosiasi Ikatan Heterolitik adalah 2 elektron ikatan yg
dipertahankan pada 1 atom,yg hasilnya sepasang ion. Hemolitik adalah atom yg
turut dalam ikatan kovalen menerima 1 elektron dari pasangan yang dibagi yang
asli, yg hasilnya gugus atom. Makin besar energi Disosiasi , semakin stabil
ikatannya.
5. Konsep asam dan basa dalam kimia organik
ASAM dan BASA:
Asam adalah zat dapat memberikan ion
hidrogen yang bermuatan positif atau proton. Basa adalah sebagai zat yang dapat
menerima proton. Contoh : HCL DAN HNO 3 Contoh : OH dan NH 3 ASAM dan BASA.
Asam dan Basa kuat dan
Lemah:
Asam dan Basa kuat dan Lemah Asam kuat
dan basa kuat Asam kuat adalah asam yang pada dasarnya mengalami ionisasi
sempurna dalam air. Contoh HCl , & HNO3. asam (HCL) memberikan proton
kepada basa (H2O). Kesetimbangan terletak jauh kekanan karena H2O Merupakan
basa lebih kuat dari Cl dan HCl merupakan lebih kuat daripada H3 O. Asam Lemah
sebaliknya hanya teriionisasi sebagian dalam air . Beberapa senyawa senyawa
organik yang dapat berfungsi sebagai asam dan basa . Amina adalah golongan
senyawa organik yang secara struktural sama dengan amonia . Senyawa organik
yang mengandung gugus karboksilat adalah asam lemah.Asam asetat dan CH3CO2H
adalah contohnya . Salah satu alasanya untuk keasaman karboksilatadalah
kepolaran ikatan O-H.
Asam dan Basa
Konjugasi:
Asam dan Basa Konjugasi Konsep asam dan
basa konjugat berguna untuk perbandingan keasaman dan kebasaan . Basa konjugasi
dari asam adalah ion atau molekul yang dihasilkan setelah kehilangan proton dan
asamnya . Misalnya , ion Klorida adalah basa konjugasi dari HCl . Asam konjugasi
dari NH 3 adalah NH 4.
ASAM dan BASA LEWIS:
ASAM dan BASA LEWIS Asam lewis adalah
zat yang dapat menerima sepasang elektron . Setiap spesies dengan atom yang
yang berkurangan elektron dapat berfungsi sebagai asam lewis . Misalkan proton
(H) adalah asam lewis . Basa lewis adalah zat yang dapat memberi sepasang
elektron . Contoh dari basa lewis adalah NH 3 dan OH, Masing-masing mempunyai
sepang elektron valensi yang menyendiri yang dapat disumbangkan ke H atau asam
lewis lainya .
Pada postingan diatas penjelasan mengenai energi disosiasi tidak lengkap langsung ke bagian-bagiannya.Jadi saya hanya ingin menambahkan bahwa energi disosiasi adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan salah satu ikatan 1 mol suatu molekul gas menjadi gugus-gugus molekul gas.
BalasHapusTerimakasih
Saya ingin menambahkan dari Sumber yang saya baca tentang konsep asam basa menurut Brondsted-lowry yaitu :
BalasHapus1.Tak terbatas dalam pelarut air, tetapi juga menjelaskan reaksi asam-basa dalam pelarut lain atau bahkan reaksi tanpa pelarut.
2.Pasangan asam-basa setelah terjadi serah-terima proton dinamakan asam-basa konjugasi.
terima kasih sudah memberi komentar dan mengunjungi blog ini, semoga komentar kalian dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk para pembaca.
BalasHapussaya ingin menambahkan sedikit tentang struktur elektron dari atom. Setiap kulit elektron berhubungan dengan sejumlah energi tertentu.Elektron yang dekat ke inti lebih tertarik oleh proton dalam inti daripada elektron yang lebih jauh kedudukannya . karena itu, semakin dekat elektron terdapat ke inti, semakin rendah energinya, dan elektron ini sukar berpindah dalam reaksi kimia. Kulit elektron yang terdekat ke inti adalah kulit terendah energinya, dan elektron dalam kulit ini dikatakan berada pada tingkat energi pertama.Elektron dalam kulit kedua, yaitu pada tingkat energi kedua, mempunyai energi yang lebih tinggi daripada elektron dalam tingkat pertama.
BalasHapussaya ingin menambahkan sedikit tentang struktur elektron dari atom. Setiap kulit elektron berhubungan dengan sejumlah energi tertentu.Elektron yang dekat ke inti lebih tertarik oleh proton dalam inti daripada elektron yang lebih jauh kedudukannya . karena itu, semakin dekat elektron terdapat ke inti, semakin rendah energinya, dan elektron ini sukar berpindah dalam reaksi kimia. Kulit elektron yang terdekat ke inti adalah kulit terendah energinya, dan elektron dalam kulit ini dikatakan berada pada tingkat energi pertama.Elektron dalam kulit kedua, yaitu pada tingkat energi kedua, mempunyai energi yang lebih tinggi daripada elektron dalam tingkat pertama.
BalasHapusterima kasih atas penambahan materinya, semoga bermanfaat bagi para pembaca.
BalasHapus