KLASIFIKASI
SENYAWA ORGANIK
Klasifikasi
Senyawa Organik
Mengingat jumlah senyawa organik dari yang
telah diidentifikasi sedemikian besar-nya, bahkan dari waktu ke wakrtu
senantiasa bertambah, maka untuk mempermudah da-lam mempelajarinya perlu adanya
klasifikasi. Langkah klasifikasi ini dimungkinkan kare-na kenyataan menunjukkan
bahwa terdapat sejumlah senyawa organik yang memperlihat-kan kesamaan dalam hal
tertentu. Kesamaan itulah yang memungkinkan senyawa-senyawa tersebut dimasukkan
dalam satu kelompok / golongan.
1.
Senyawa Siklik: Senyawa yang mempunyai
rantai karbon tertutup.
2.
Senyawa Alifatik: Senyawa yang mempunyai
rantai karbon terbuka.
3.
Senyawa Homosiklik: Senyawa siklik yang atom
lingkarnya hanya tersusun oleh atom karbon.
4.
Senyawa Heterosiklik: Senyawa siklik yang atom
lingkarnya selain tersusun oleh atom C (karbon) juga tersusun oleh atom lain,
misalnya: O, N, dan S
Penggolongan senyawa organik didasarkan pada
jenis gugus fungsi yang dimiliki oleh suatu
senyawa. Gugus fungsi akan menentukan kereaktifan kimia dalam molekul. Senyawa
dengan gugus fungsi yang sama cenderung mengalami reaksi kimia yang sama.
a. Dasar klasifikasi senyawa organik
1.
Kerangka atom karbon yang terdapat dalam struktur kimia
2.
Jenis unsur-unsur penyusunnya.
3. Gugus fungsi yang dimilikinya.
b. Tiga golongan besar senyawa organik
1.
Golongan senyawa alifatik dan alisiklik.
2.
Golongan senyawa homosiklik atau karbosiklik (alisiklik dan aromatik)
3.
Golongan senyawa heterosiklik.
Berikut senyawanya :
1.
Senyawa rantai terbuka
Senyawa ini mengandung sistem
rantai terbuka dari atom karbon. rantai dapat berupa rantai lurus (tidak
bercabang) atau bercabang. Senyawa rantai terbuka juga disebut rantai alfatik. Alfatik
berasal dari bahasa yunani yaitu aleiphar yang berarti lemak, sebagaimana
senyawa ini sebelumnya diperoleh dari lemak hewani atau nabati, atau memiliki
sifat seperti lemak.
Contoh senyawa lantai lurus :
CH3-CH2-CH2-CH2-Cl
(CH3)2CH-Br
(CH3)3C-Br
2.
Senyawa rantai tertutup
Rantai siklik (bahasa
Inggris: cyclic compound) dalam kimia menunjukkan rumus bangun senyawa atau
gugus yang memiliki rantai karbon tertutup, baik berbentuk lingkaran maupun
cincin. Penggunaannya dikontraskan dengan rantai alifatik.
Senyawa ini mengandung satu
atau lebih senyawa tertutup (cincin) dan dikenal sebagai senyawa siklik atau
cincin.
Benzena,
senyawa siklik sederhana.
Naptalena,
senyawa polisiklik.
Porfirin, senyawa makrosiklik.
3.
Senyawa homosiklik
Senyawa-senyawa dimana cincin
hanya terdiri dari atom karbon disebut senyawa homosiklik. Senyawa homosiklik
atau senyawa karbosiklik dibagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatik.
Senyawa
alisiklik : sebuah cincin beranggota tiga atau
lebih atom karbon menyerupai senyawa alifatik seperti dalam senyawa homosiklik
disebut senyawa alisiklik. Hidrokarbon alisiklik jenuh memiliki rumus umum Cn H2n.
Contohnya : siklopropana,
siklobutana, sikloheksana.
Senyawa
aromatik : senyawa ini engandung cincin
benzena yaitu sebuah cincin dari enam atom karbon dengan ikatan ganda dan
tunggal yang berselang-seling. Disebut senyawa aromatik karena banyak dari
mereka yang memiliki bau yang harum.
4.
Senyawa heterosiklik
Ketika lebih dari satu jenis
atom berada dalam satu senyawa cincin, mereka dikenal sebagai senyawa
heterosiklik. Dalam senyawa ini umumnya satu atau lebih atom unsur seperti
nitrogen ‘N’, oksigen ‘O’, atau sulfur ‘S’ ada di dalam cincin. Atom selain
karbon yaitu N, O, atau S yang ada dalam cincin disebut heteroatom. Senyawa heterosiklik
dengan lima dan enam atom disebut sebagai heterosiklik beranggota lima dan enam.
Senyawa heterosiklik selanjutnya dapat
diklasifikasikan sebagai monosiklik, bisiklik, dan trisiklik tergantung pada
jumlah atom penyusun cincin satu, dua, dan tiga.
Contoh : piridin, furan,
tiofen, pirol.
Disini saya akan menambahkan senyawa rantai tertutup,
BalasHapusSenyawa ini mengandung satu atau lebih rantai tertutup (cincin) dan dikenal sebagai senyawa siklik atau cincin terdiri dari dua jenis yaitu homosiklik dan heterosiklik.
1. Senyawa Homosiklik
Homosiklik, adalah senyawa karbon siklik yang rantai lingkarnya hanya terdiri dari atom C saja. Yang termasuk karbosiklik adalah senyawa aromatis (senyawa karbosiklik yang terdiri dari 6 atom karbon atau lebih yang memiliki ikatan rangkap 2 terkonjugasi) dan senyawa alisiklik (senyawa karbosiklik yang hanya memiliki ikatan tunggal).
Hidrokarbon Alisiklik adalah rantai tertutup yang tidak memiliki ikatan rangkap, atau hanya memiliki satu jenis ikatan rangkap. Senyawa alisiklik dapat diklasifikasikan menjadi Sikloalkana (tidak memiliki ikatan rangkap) dengan rumus umum CnH2n. Serta Sikloalkena (rangkap 2) dengan rumus umum CnH2n-2.
2. Hidrokarbon Aromatik adalah rantai tertutup yang umumnya berbentuk cincin segi enam (terkadang dapat berbentuk segi lima) yang memiliki ikatan tunggal dan rangkap 2 secara selang-seling. Hidrokarbon aromatik dinamakan demikian karena sebagian besar senyawanya memiliki aroma khusus. Hidrokarbon Aromatik sederhana dapat dibagi menjadi Benzena (satu cincin, C6H6), Naftalena (dua cincin, C10H8), Antrasena (tiga cincin, C14H10).
Disini saya akan menambahkan senyawa rantai tertutup,
BalasHapusSenyawa ini mengandung satu atau lebih rantai tertutup (cincin) dan dikenal sebagai senyawa siklik atau cincin terdiri dari dua jenis yaitu homosiklik dan heterosiklik.
1. Senyawa Homosiklik
Homosiklik, adalah senyawa karbon siklik yang rantai lingkarnya hanya terdiri dari atom C saja. Yang termasuk karbosiklik adalah senyawa aromatis (senyawa karbosiklik yang terdiri dari 6 atom karbon atau lebih yang memiliki ikatan rangkap 2 terkonjugasi) dan senyawa alisiklik (senyawa karbosiklik yang hanya memiliki ikatan tunggal).
Hidrokarbon Alisiklik adalah rantai tertutup yang tidak memiliki ikatan rangkap, atau hanya memiliki satu jenis ikatan rangkap. Senyawa alisiklik dapat diklasifikasikan menjadi Sikloalkana (tidak memiliki ikatan rangkap) dengan rumus umum CnH2n. Serta Sikloalkena (rangkap 2) dengan rumus umum CnH2n-2.
2. Hidrokarbon Aromatik adalah rantai tertutup yang umumnya berbentuk cincin segi enam (terkadang dapat berbentuk segi lima) yang memiliki ikatan tunggal dan rangkap 2 secara selang-seling. Hidrokarbon aromatik dinamakan demikian karena sebagian besar senyawanya memiliki aroma khusus. Hidrokarbon Aromatik sederhana dapat dibagi menjadi Benzena (satu cincin, C6H6), Naftalena (dua cincin, C10H8), Antrasena (tiga cincin, C14H10).
Aslamualaikum.wr.wb
BalasHapusSaya wahyu hidayani
Setelah saya membaca blog anda diatas, saya hanya ingin bertanya
Jelaskan perbedaan dari 4 senyawa dari:
1. Senyawa Siklik
2. Senyawa Alifatik
3. Senyawa Homosiklik
4. Senyawa Heterosiklik
terima kasih atas partisipasi dari saudari sekalian.
BalasHapussaya akan mencoba menjaawab pertanyaan dari saudari yani :
1. Senyawa Siklik: Senyawa yang mempunyai rantai karbon tertutup.
2. Senyawa Alifatik: Senyawa yang mempunyai rantai karbon terbuka.
3. Senyawa Homosiklik: Senyawa siklik yang atom lingkarnya hanya tersusun oleh atom karbon.
4. Senyawa Heterosiklik: Senyawa siklik yang atom lingkarnya selain tersusun oleh atom C (karbon) juga tersusun oleh atom lain, misalnya: O, N, dan S
Penggolongan senyawa organik didasarkan pada jenis gugus fungsi yang dimiliki oleh suatu senyawa. Gugus fungsi akan menentukan kereaktifan kimia dalam molekul. Senyawa dengan gugus fungsi yang sama cenderung mengalami reaksi kimia yang sama.