TUGAS TERSTRUKTUR KIMIA ORGANIK 1
a.
Menurut Louis de Broglie bahwa electron mempunyai
sifat gelombang sekaligus juga partikel. Jelaskan keterkaitannya dengan teori
mekanika kuantum dan teori orbital molekul.
Jawab
:
Teori
Atom Mekanika Kuantum
Model
atom mekanika kuantum merupakan model atom modern yang berkembang dan
melengkapi kekurangan dari model atom bohr. model atom modern didasarkan pada
tiga hal berikut:
1. menurut
“Louis de Broglie”, elektron bersifat gelombang dan partikel.
2. menurut “Werner Heisenberg”, dengan asas
ketidakpastian bahwa ruang disekitar inti ditemukan elektron yang disebut
orbital.
3. menurut
“Erwin Schrodinger”, mengenai persamaan gelombang elektron dalam atom.
Pada tahun 1924, Louis de Broglie, menjelaskan
bahwa cahaya dapat berada dalam suasana tertentu yang terdiri dari
partikel-partikel, kemungkinan berbentuk partikel pada suatu waktu, yang
memperlihatkan sifat-sifat seperti gelombang (James E Brady, 1990).
Argumen de Broglie menghasilkan hal sebagai berikut.
Einstein : E = mc2
Max Planck : E = h · 
Hipotesis de Broglie terbukti benar dengan ditemukannya
sifat gelombang dari elektron. Elektron mempunyai sifat difraksi seperti halnya
sinar–X. Sebagai akibat dari dualisme sifat elektron sebagai materi dan sebagai
gelombang, maka lintasan elektron yang dikemukakan Bohr tidak dapat dibenarkan.
Gelombang tidak bergerak menurut suatu garis, melainkan menyebar pada suatu
daerah tertentu.
b.
Bila absorbsi sinar UV oleh ikatan rangkap
menghasilkan promosi electron ke orbital yang berenergi lebih tinggi. Transisi electron
manakah memerlukaan energy terkecil bila sikloheksana berpindah ke tingkat
tereksitasi
Jawab
:
Energi
yang dimiliki sinar UV mampu menyebabkan perpindahan elektron (promosi
elektron) atau yang disebut transisi elektronik. Transisi elektronik dapat
diartikan sebagai perpindahan elektron dari satu orbital ke orbital yang lain.
Disebut
transisi elektronik karena elektron yang menempati satu orbital dengan energi
terendah dapat berpindah ke orbital lain yang memiliki energi lebih tinggi jika
menyerap energi, begitupun sebaliknya elektron dapatberpindah dari orbital yang
memiliki energi lebih rendah jika melepaskan energi. Energi yang diterima atau
diserap berupa radiasi elektromagnetik.
Berdasarkan
mekanika kuantum transisi elektronik yang dibolehkan atau tidak dibolehkan
(terlarang) disebut kaidah seleksi. Berdasarkan kaidah seleksi, suatu transisi
elektronik termasuk:
1.
Transisi diperbolehkan bila nilai ε
sebesar 103 sampai 106.
2.
Transisi terlarang bila nilai ε sebesar 10-3 sampai
103.
Selain
dengan melihat harga ε kaidah seleksi dapat dapat
dinyatakan dengan simetri dan spin. Berdasarkan simetri dan spin suatu transisi
elektronik diperbolehkan bila:
1.
Berlangsung antara orbital-orbital dalam bidang yang sama.
2.
Selama transisi orientasi spin harus tetap.
Transisi
elektronik atau perpindahan elektron dapat terjadi dari orbital ikatan ke
orbital anti-ikatan atau dari orbital non-ikatan (nonbonding orbital) ke
orbital anti-ikatan. Terjadinya transisi elektronik atau promosi elektron dari
orbital ikatan ke orbital antiikatan tidak menyebabkan terjadinya disosiasi
atau pemutusan ikatan, karena transisi elektronik terjadi dengan kecepatan yang
jauh lebih tinggi dari pada vibrasi inti.
Pada
transisi elektronik inti-inti atom dapat dianggap berada pada posisi yang
tepat. Hal ini dikenal dengan prinsip Franck-Condon. Disamping itu dalam proses
transisi ini tidak semua elektron ikatan terpromosikan ke orbital antiikatan.
Berdasarkan
jenis orbital tersebut maka, jenis-jenis transisi elektronik dibedakan menjadi
empat macam, yakni:
1) Transisi
σ → σ*
2) Transisi
π → π*
3) Transisi
n → π*
4) Transisi
n → σ*
Keterangan
· σ : senyawa-senyawa
yang memiliki ikatan tunggal
· π : senyawa-senyawa
yang memiliki ikatan rangkap
· n
menyatakan orbital non-ikatan: untuk senyawa-senyawa yang memiliki elektron
bebas.
· σ* dan π* merupakan orbital
yang kosong (tanpa elektron), orbital ini akan terisi elektron ketika telah
atau bila terjadi eksitasi elektron atau perpindahan elektron atau promosi
elektron dari orbital ikatan.
Walaupun
transisi π→π* pada ikatan ganda
terisolasi mempunyai puncak absorbsi di daerah UV vakum tetapi transisi π→π* tergantung pada
konjugasi ikatan ganda dengan suatu gugus fungsi substituen. Akibatnya
transisi π→π* pada ikatan ganda
terkonjugasi mempunyai puncak absorbsi pada daerah ultraviolet dekat, dengan
panjang gelombang lebih besar dari 200 nm. Dengan demikian transisi yang
penting dalam penentuan struktur molekul adalah transisi π→π* serta beberapa
transisi n→π* dan n→σ*.
saya ingin menambahkan jawaban soal (a)
BalasHapusMenurut teori mekanika klasik dari Maxwell, yang menyatakan bahwa partikel bermuatan bergerak maka akan memancarkan energi. Maka menurut Maxwell bila elektron bergerak mengelilingi inti juga akan memancarkan energi.
Pemancaran energi ini menyebabkan elektron kehilangan energinya, sehingga lintasannya berbentuk spiral dengan jari-jari yang mengecil, laju elektron semakin lambat dan akhirnya dapat tertarik ke inti atom. Jika hal ini terjadi maka atom akan musnah, akan tetapi pada kenyataannya atom stabil.
Pada tahun 1913, NIELS BOHR menggunakan teori kuantum untuk menjelaskan spektrum unsur. Berdasarkan pengamatan, unsur-unsur dapat memancarkan spektrum garis dan tiap unsur mempunyai spektrum yang khas. Menurut Bohr,
Spektrum garis menunjukkan elektron dalam atom hanya dapat beredar pada lintasan-lintasan dengan tingkat energi tertentu. Pada lintasannya elektron dapat beredar tanpa pemancaran atau penyerapan energi. Oleh karena itu, energi elektron tidak berubah sehingga lintasannya tetap.
Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke lintasan lain disertai pemancaran atau penyerapan sejumlah energi yang harganya sama dengan selisih kedua tingkat energi tersebut.
ΔE = Ef – Ei
saya ingin menambahkan jawaban soal nomor 1 yaitu :
BalasHapusMenurut de Broglie, cahaya dapat berperilaku sebagai materi dan berperilaku sebagai gelombang (dikenal dengan istilah dualisme gelombang partikel). Menurut Heisenberg, tidak mungkin menentukan kecepatan dan posisi elektron secara bersamaan, tetapi yang dapat ditentukan hanyalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti.
Erwin Schrodinger mengajukan teori yang disebut teori atom mekanika kuantum ”Kedudukan elektron dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti yang dapat ditentukan adalah kemungkinan menemukna elektron sebagai fungsi jarak dari inti atom”.
Daerah dangan kemungkinan terbesar ditemukan elektron disebut orbital. Orbital digambarkan berupa awan, yang tebal tipisnya menyatakan besar kecilnya kemungkinan ditemukan elektron di daerah tersebut. Kemudian Werner Heisenberg mengemukakan bahwa metode eksperimen yang digunakan untuk menemukan posisi atau momentum suatu partikel seperti elektron dapat menyebabkan perubahan, baik pada posisi, momentum atau keduanya.
Saya ingin menambahkan jawaban soal no 1 :
BalasHapusLouis Victor de Broglie : menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang
Hipotesis de Broglie terbukti benar dengan ditemukannya sifat gelombang dari elektron. Elektron mempunyai sifat difraksi seperti halnya sinar–X. Sebagai akibat dari dualisme sifat elektron sebagai materi dan sebagai gelombang, maka lintasan elektron yang dikemukakan Bohr tidak dapat dibenarkan. Gelombang tidak bergerak menurut suatu garis, melainkan menyebar pada suatu daerah tertentu.
Partikel yang bergerak memiliki sifat gelombang. Fakta yang mendukung teori ini adalah petir dan kilat. Pernahkan Anda mendengar bunyi petir dan melihat kilat ketika hujan turun? Manakah yang lebih dulu terjadi, kilat atau petir?
Kilat akan lebih dulu terjadi daripada petir. Kilat menunjukan sifat gelombang berbentuk cahaya, sedangkan petir menunjukan sifat pertikel berbentuk suara.
terima kasih atas tambahan materi yang telah saudara dan saudari berikan. semoga dapat bermaanfaat bagi para pembaca
BalasHapus